Friday, 2017-11-24, 2:57 AM
Welcome Guest | RSS
Main | Registration | Login
Site menu
Login form
Section categories
Tentang Cibingbin [0]
Pertanian [1]
Kesehatan [2]
Berita [2]
Pendidikan [1]
Serba serbi [2]
Keagamaan [0]
Search
Calendar
«  November 2009  »
SuMoTuWeThFrSa
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930
Entries archive
Site friends
  • da2nkkuswata
  • Kab. Kuningan
  • For More Info
    Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    My site
    Main » 2009 » November » 12 » Bupati Tidak Bisa Kerja Sendiri
    9:32 PM
    Bupati Tidak Bisa Kerja Sendiri

    KUNINGAN-Statmen Drs Toto Sudito yang mengatakan tidak ada kadis yang berprestasi mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Menurut mereka, justru keberhasilan seorang pimpinan sangat ditunjang oleh peran aktif dari para bawahannya.

    Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kuningan, Drs H Dudung Mundjadji SH menegaskan, pihaknya tidak sependapat dengan lontaran Toto. Menurut dia, peran dari para kadis, kaban dan staf bupati lainnya sangat menunjang keberhasilan bupati dalam memimpin daerah.
    ”Ini adalah keberhasilan bersama, semuanya saling menunjang. Keberhasilan itu tidak bisa dilakukan oleh sendiri. Karena segala sesuatunya tidak akan terlepas dari peran serta orang disekelilingnya,” tandas mantan anggota DPRD Kuningan yang sempat duduk selama dua periode tersebut, kemarin (9/11).
    Satu contoh, lanjut Dudung, keberhasilan Bupati H Aang Hamid Suganda dalam pembangunan jalan sampai dirinya dijuluki raja hotmik. Tanpa peran Kadis Binamarga dan jajaran pejabat lainnya di dinas itu, bupati tidak akan mendapat julukan raja hotmik dan bapak PJBM. Hingga akhirnya masyarakat Kuningan mempercayai kepemimpinannya untuk dilanjutkan.
    Soal perpanjangan batas usia pensiun (BUP), Dudung lebih menyoroti aspek-aspek yang mendasari kebijakan itu dikeluarkan. Satu contoh aspek kaderisasi, jika kemudian masih terdapat orang yang berkompeten untuk menggantikan posisi pejabat yang hendak pensiun, maka perpanjangan tersebut tidak perlu dilakukan.
    ”Tapi sebaliknya, jika ternyata penggantinya ada yang benar-benar berkompeten maka perlu ada langkah perpanjangan. Semuanya tergantung user dalam menggunakan hak selektifnya,” ujarnya.
    Terpisah, Ketua Komisi A DPRD, Maman Wijaya bersilang pendapat dengan Dudung. Menurutnya, di dunia ini tidak ada yang abadi kecuali perubahan. Untuk itu perpanjangan BUP tidak perlu dilakukan jika kemudian akan memunculkan kecemburuan dari para pejabat lainnya yang tidak diperpanjang. Terlebih jika mempertimbangkan mandegnya regenerasi.
    Adapun soal penilaian kadis dan kaban yang tidak berprestasi, menurutnya sah-sahnya. Itu pertanda bahwa masyarakat terus mengamati kinerja yang ditunjukkan oleh para birokrat. Justru dengan lontaran seperti itu bakal mendongkrak semangat para pejabat untuk meningkatkan prestasinya.
    ”Ungkapan seperti itu bisa jadi motivator dalam peningkatan kinerja. Toh itu adalah penilaian masyarakat sehingga nanti para pejabat akan lebih hati-hati dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tupoksinya,” ucapnya.
    Maman menambahkan, disitulah pentingnya peran Baperjakat dalam mengkaji siapa-siapa saja orang yang layak untuk ditempatkan pada posisi tertentu. Fungsi kerja dari Baperjakat patut dipertanyakan jika kemudian hasilnya tidak sesuai dengan keinginan publik. (ded/radarcirebon)
    Category: Berita | Views: 5873 | Added by: da2nkkuswata | Rating: 0.0/0
    Total comments: 0
    Only registered users can add comments.
    [ Registration | Login ]
    Hosted by uCozCopyright da2nkkuswata © 2017